Beliau telah menulis beberapa buku, salah satu bukunya yang keren adalah "Rintihan Jemari" (Tentang Rasa, Luka, dan Sebuah Kerinduan) , buku ini saya sangat anjurkan untuk dimiliki oleh setiap remaja yang merasa dirinya butuh teman untuk menguatkan dan memberi semangat tatkala galau dengan problem hidupnya.
Kumpulan Motivas Dari Aby A. Izzuddin
Berikut ini adalah beberapa kata-kata motivasi yang saya rangkum dari fanspage beliau, saya tidak manambah atau menguranginya dan masih utuh seperti yang terdapat pada akun Aby A. Izzuddin.===============================================
Karena seseorang yang menjaga jarak denganmu, menjauhimu, barangkali cintanya jauh lebih besar dari seseorang yang secara genit bilang 'i love you' kepadamu.
.
Ya, iya memang tidak menanyakan kabarmu. Namun bisa jadi, ia menanyakan kabarmu langsung pada Allah. Berharap kau baik-baik saja dalam perlindungan-Nya. Ia menitipkan salam lewat rembulan yang menggantung di langit malam.
.
Ya, ia memang tidak menjengukmu saat kau sakit. Tidak sok perhatian dengan bawel menyuruh minum obat, atau ngingetin agar jangan telat makan. Ia tak seperti itu bukan tak khawatir kepadamu, namun ia memilih menyelipkan doa-doa di sela waktu. Dan mungkin, disebabkan doa-doa itulah kau lekas sembuh.
.
Bagi hati yang baik, sungguh, tak ada hadiah paling indah yang layak diberikan kepada orang yang dicintainya selain... selain apa? Pernikahan. Dan jika ia belum siap, maka ia memilih memperjuangkan cintanya secara diam-diam. Dalam senyap. Dalam sepi. Dan dalam keyakinan bahwa, kisah itu akan manis pada akhirnya. Insya Allah ☺
.
Dalam Buku #RintihanJemari | Aby A. Izzuddin
================================================
Selamat pagi masa lalu. Terima kasih atas kebersamaan yang berarti. Terima kasih atas perpisahan yang indah itu. Kini, bersama merekahnya sang fajar, izinkan namamu kusemayamkan dalam penglupaan. Yang mungkin, sesekali akan kuziarahi dengan ketenangan hati.
.
Memang, hujan kenangan itu belum reda. Tapi alhamdulillah, aku tidak basah kuyup lagi dengan rerintik air mata. Kamu tahu kenapa? Iya. Sebab ada seseorang yang tulus memberi payung harapan tuk meneduhiku.
.
Seseorang itu, entahlah aku tak tahu siapa. Yang pasti ia ada. Ia adalah sebuah nama yang Allah sandingkan dengan namaku di Lauh MahfuzNya. Maka pagi ini, aku akan mulai bangkit. Keluar dari kamar pengap yang selama ini kujadikan tempat persembunyian dari duka lara.
.
Aku sadar, semanyakitkan apa pun luka itu, kehidupan akan terus berjalan. Detak waktu, sama tak akan berhenti barang sedetik. Karenanya, air mata ini harus segera surut. Aku akan buktikan bahwa tanpamu, senyum ini belum hilang. 😊
.
~Aby A. Izzuddin~
================================================
Barangkali, seseorang itu ingin menyampaikan pesan ini.
.
Kita memilih tuk saling menjauh; meski jarak kita begitu dekat. Kita memutuskan tuk melukis kerinduan dalam kanvas doa. Tanpa saling sapa. Tanpa tatap mesra. Dan tanpa canda tawa.
.
Terima kasih sudah mengajariku tentang hakikat cinta. Bahwa aku dan kamu, tidak harus memaksa menjadi kita, sebab ikrar pernikahan belum bergema. Ya. Ikrar itulah hakikat cinta sesungguhnya.
.
Setiap malam, aku selalu menunggumu. Walau yang kutunggu adalah tulisanmu di media sosial. Sebab darimana lagi aku tahu kabarmu, selain dari tulisanmu. Dan aku malu, malu sekali, saat kaumenulis bahwa harusnya tak ada pertemuan di antara kita. Sekalipun dalam mimpi. Sekalipun dalam hayal.
.
Kamu benar, kita memang seharusnya menjadikan Allah, yang dominan dalam pikiran kita. Astaghfirullaahaladziim.
Tahukah? Di sini. Di sini aku selalu menulis sebuah kalimat. Aku mengetik kalimat itu berulang-ulang, dihapus lagi, lagi dan lagi. Tanpa pernah terkirim ke ponselmu.
Kamu tahu kalimat apa? Ssssstt.... jangan keras-keras bacanya ya. Malu.
Kalimat itu adalah... "Maukah kau menungguku?"
~Aby A. Izzuddin~
==================================================
"Jika menikah hanya dilandasi oleh rasa saling mencintai," begitu pesan Umar ibn Khattab, "Lalu di mana kedudukan iman?"
Ya. Betapa banyak yang katanya saling mencintai, tapi pernikahan mereka justru tidak barakah. Bahkan berakhir dengan cekcok maupun perceraian.
Karena iman, Rasulullah sabar ketika di rumah hanya tersedia cuka lalu mamakannya. Karena iman, Ali ibn Thalib sabar menjadi kuli menimba air dengan upah segenggam kurma. Karena iman, Fathimah az-Zahra sabar menggiling gandum hingga tanganya melepuh.
Pernikahan, sungguh tak seindah apa yang dikatakan para motivator atau pun buku-buku pranikah. Akan banyak cobaan dan ujian. Maka pahamilah, rasa cinta kadang tak bisa ikut berperang. Hanya iman. Hanya iman yang dengan pedang kesabaran dikala susah, dan senjata syukur dikala senang, yang mampu manghadapi bala ujian dan cobaan itu.
Oleh karenanya, boleh-boleh saja menikah karena saling mencintai. Namun pastikan, perasaan itu hanya menjadi makmum. Iman-lah. Iman-lah yang harus menjadi imam-nya.
Pahamilah. Tak semua cinta melahirkan iman. Tapi semua iman, insya Allah akan melahirkan cinta. smile emotikon
~Aby A. Izzuddin~
===================================================
Setelah menikah, kamu mungkin tercengang dengan banyaknya keburukanku. Mohon jangan tinggalkan aku tersebab itu yah! Berjanjilah tuk menjadi pakaian bagiku. Menutup aurat hilaf dengan kain sabarmu. Dan aku akan setia mendengar petuah darimu agar aku menjadi lebih baik.
Setelah menikah, kamu mungkin akan merasa bosan denganku. Mohon jangan tinggalkan aku tersebab itu yah! Teruslah jatuh cinta pada orang yang sama. Yaitu aku, kekasih halalmu. Bersabarlah sampai kebosanan itu merasa bosan. Bukankah tujuan kita adalah surga? Dan di surga tak ada kebosanan, kan?
Setelah menikah, kamu mungkin akan melihat orang lain lebih baik dariku. Entah Cantiknya atau baiknya. Mohon jangan tinggalkan aku tersebab itu yah! Teruslah menjadi cahaya dan air bagiku. Menyinariku agar selalu tumbuh berkembang. Menyiramiku agar tidak layu lalu tumbang.
Setelah menikah, mungkin kamu marah dan kesal padaku. Entah karena kehilafanku, atau karena kesalahpahaman. Mohon jangan tinggalkan aku tersebab itu yah! Aku rela kok dimarahi, tapi bisa kan marahnya pakai cubitan atau jeweran manja? Kita bisa seperti bocah-bocah. Hari kemarin marahan berebut layangan, besoknya sudah baikan dan bermain bersama lagi.
Setelah menikah, mungkin kita akan saling merindu. Entah karena kamu keluar kota, atau ada kepentingan lain. Ah, saat jauh, bagaimana kalau kita buat permainan saja. Permainan? Iya, siapa yang paling rindu, harus duluan nanyain kabar. Berani?
Setelah menikah, mungkin di antara kita ada yang pulang dipanggil Allah. Siapa duluan aku tak tahu. Janji yah! Kita akan terus saling mendoakan. Tentu, semoga kita kembali bertemu di surga-Nya. Aamin. 😊
~Aby A. Izzuddin~
=====================================================
Banyak orang yang bilang, 'Sungguh aku akan melupakan-nya', padahal rindu ia undang di setiap hari. Buktinya? Ia masih kepo dan diam-diam intipin akun si dia; bahkan tidak jarang selalu gelisah menunggu postingan-nya.
Melupakan itu sulit. Ya, semakin berusaha dilupakan, malah semakin ingat. Yang harus dilakukan itu ya mengikhlaskan. Sayangnya, di beranda nulis ikhlas, eh... di hatinya masih nyesek. Ah, lagi-lagi soal kata yang tak selaras dengan hati.
Saya tidak akan menulis tips-tips cara melupakan. Buat apa? Bukankah sudah banyak yang menulisnya? Tapi itulah, kita hanya iya-iya saja saat membaca. Besoknya, keingatan lagi. Iya tho?
Maafkan, saya hanya ingin menyampaikan selamat saja. Buat siapa? Buat kamu-kamu yang tidak pernah memiliki mantan. Ya, berbahagialah ia yang menemukan cinta pertama dan terakhirnya di satu tempat. Di mana itu? Di taman pelaminan.
Adapun yang sudah terlanjur punya mantan, jangan bersedih. Jangan tenggelam dalam penyesalan. Lebih baik perbaiki diri, pantaskan kepribadian, banyakin ibadah. Siapa tahu, kamu adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhir untuk si dia.
Siapa?
Si shaleh-shalehah itu. Amiiin ya Allah. ☺
.
~Aby A. Izzuddin~
======================================================
Duhai, saat Ibrahim alaihissalam diperintahkan untuk menyembelih Ismail tercinta beliau taat, lantas kenapa? Kenapa kita yang hanya diperintahkan memutuskan hubungan tak halal harus ada 'tapi'?
~Aby A. Izzuddin~
======================================================
Jangan pernah bertanya 'kapan' kepada ia yang belum menikah, sekali pun hanya bercanda. Ini bukan soalan ia terlukai perasaanya atau tidak. Ini soalan ketidaktahuan-nya.
.
Ya. Sebab jodoh, rizqi dan kematian adalah rahasia Allah. Dan kita, sama sekali tak tahu menahu hal seperti itu, kan? Gaib sekali.
.
Baiknya doakan saja, ya. Semoga yang belum menikah Allah mudahkan dalam segala urusan-nya. Semoga ia segera bertemu dengan insan yang masih dirahasiakan-Nya. smile emotikon
.
~Aby A. Izzuddin~
======================================================
"Karena bagiku, menjadi anak yang baik, atau menjadi istri yang sholehah bukanlah cita-cita, melainkan keharusan dan kewajiban. Sebagai bukti pengabdian, keta'atan, juga cintaku pada Allah."
.
~Dik Shinta Agustina~
=======================================================
Artikel ini merupakan artikel yang dipersembahkan oleh portal berita Zona Malang, dan semoga menginspirasi Anda semua.
(Tentang Rasa, Luka, dan Sebuah Kerinduan)
KIRIM KE :
0858-6171-9273 (SMS)
0857-9796-3874 (WA)
D4B8FE82 (BBM)
Follow IG : @abyaizzuddin
Dalam Buku Rintihan Jemari | Aby A. IzzuddinRintihan Jemari
(Tentang Rasa, Luka, dan Sebuah Kerinduan)
Cara Pesan Buku Rintihan Jemari | Aby A. Izzuddin :
Nama - Alamat Lengkap-No HP - Jml BukuKIRIM KE :
0858-6171-9273 (SMS)
0857-9796-3874 (WA)
D4B8FE82 (BBM)
Follow IG : @abyaizzuddin



Posting Komentar
Jika Anda tidak mempunyai Akun Google silahkan Berkomentar Lewat Facebook juga bisa menggunakan Mode Anynomous
Solahkan Bercuap-cuap ^_^